Showing posts with label Cinta Bumi. Show all posts
Showing posts with label Cinta Bumi. Show all posts

Mencari Bintang

 dari sini 

Assalam mualaikum
Tadi pas beli sate padang, iseng-isengngelihat langit. Jadi inget tentang postingan mbak Fenty tentang benda-bendaantariksa deh. Benda langit yang sering menarik perhatianku adalah bintang.Kembali lagi ke waktu aku mandangin langit tadi. Langitnya masih sedikitberwarna kemerahan. Padahal tadi langitnya udah nangis loh *baca hujan…Biasanya sih kelar nangis langitnya lumayan cerah. Mungkin ntar mau nangis lagikali yah. Hmmm mungkin karena warna langit yang agak kemerahan itu makanya bintangnyanggak kelihatan, Huff… padahal lagi pengen lihat bintang :(
 
Hmm mau nanya nih amateman-teman, di daerah kalian apa masih mudah menjumpai benda langit itu kalomalem? Di Medan udah susah soalnya. Mungkin ini dia salah satu pengaruh polusicahaya. Pada tau nggak apa itu polusi cahaya? Kalo menurut Wikipedia, polusicahaya itu adalah dampak buruk akibat cahaya buatan manusia. Yah ini tentu ajakarena cahaya yang ada sekarang sudah berlebihan, misalnya dari penggunaanlampu gedung, lampu jalan, dsb.Akibatnya kita jadi sulit menikmati keindahanlangit lagi sekarang ini.

Biasanya sih terjadinya di kota besar. Yah Medan inisalah satunya. Padahal kalo di Takengon ngelihat bintang itu mengasyikkan loh.Nggak jarang malah ngelihat bintang jatuh. Tapi kok permohonanku jarang yangterkabul ya? Hihihi.. Lah kalo di Medanini, susah nemu bintang di langit. Apalagi aku juga tinggal di daerah yanglumayan padat penduduk dan tidak terlalu jauh dari pusat kota. Jadi efek cahaya yang berlebihan ituberasa banget. Hmm disini kalo menjelang hujan di malam hari, langit juga sukamemerah duluan. Aku juga nggak tau pasti itu ada hubungannya sama polusi cahayaatau nggak? Habis kalo di Takengon langitnya biasa aja tuh.

Duh sedih banget ya kita-kitayang tinggal di kotabesar. Selain udah mendapat dampak polusi udara, kita juga kebagian polusicahaya. Dari yang pernah aku baca, polusi cahaya berdampak banget bagi paraastronom, di Indonesia ya contohnya di Observatorium Bosscha yang ada diBandung. Mungkin waktu Bandungbelum seramai sekarang disana juga pemandangan langitnya mirip kayak diTakengon kali ya? Bahkan salah satu obsevatorium di Jepang ditutup karenabanyaknya lampu yang digunakan disana, jadinya bintang-bintangnya pun nggakkelihatan. Dan lagi, ada efeknya juga buat hewan. Burung-burung yang seringbermigrasi jadi mengalami kesulitan karena banyaknya cahaya sekarang. Penyujuga jadi takut ke pantai untuk bertelur karena pantainya terlalu terangsekarang. Waduh, bisa-bisa penyu makin langka donk kalo begini ceritanya.

Ternyata segala sesuatu itu kaloterlalu berlebihan itu beneran nggak baik ya? Oh bintang, sulitnya menemukanmudi kota ini….

Hutan Menyempit, Danau pun Mengering


Assalammualaikun
Lahir dan besar di daerah pegunungan sudah pasti aku tidak asing lagi dengan kata "HUTAN". Ya, aku lahir dan besar di kota Takengon, tepatnya di Kabupaten Aceh Tengah. Takengon sering disebut dengan Dataran Tinggi Gayo.Di Takengon terdapat sebuah danau yang bernama Danau Laut Tawar yang dikelilingi oleh bebukitan. 

Jujur aku belum pernah masuk hutan. Sekarang hutan di Aceh Tengah mulai berkurang luasnya. Perekonomian masyarakat di Aceh Tengah sangat bergantung pada pertanian dan perkebunan. Sehingga banyak terjadi perluasan daerah perkebunan oleh masyarakat maupun dari pemerintah dengan mengurangi luasnya hutan. Ditambah lagi dengan penebangan liar yang makin marak terjadi disana, makin mempersempit luas hutan saja. Padahal kita semua tahu, hutan adalah pengikat air agar mencegah terjadinya banjir dan longsor. Dan juga sebagai pemasok air terbesar untuk Danau Laut Tawar sendiri.

Terakhir berkeliling Danau Laut Tawar, menurutku hutan yang terdapat di sepanjang pinggir danau mulai berkurang dan terdapat bekas terbakar di beberapa titik. Ini sangat disayangkan sekali, karena bisa saja terjadi longsong di sekitar pinggiran danau karena berkurangnya pohon yang mengikat tanah di sepanjang pinggir danau. Selain itu debit air juga mulai berkurang dibandingkan beberapa tahun yang lalu dan beberapa spesies asli danau pun mulai berkurang. 

Pernah sekali aku berkunjung ke rumah sepupu, yang jalan menuju ke rumahnya bisa tembus ke hutan. Saat duduk-duduk di depan rumahnya, beberapa menit sekali tampak dua orang atau seorang bapak yang mengendarai motor turun ke bawah. Di bagian belakang motornya diikat 2 sampai 3 balok kayu yang kira-kira berdiameter 20 cm. Aku juga nggak tahu kayu-kayu tersebut akan dibawa kemana, tapi yang jelas saat aku tanya ke sepupuku, kegiatan itu sudah berlangsung lama. Wah bayangin aja coba, satu orang aja bisa bawa 2 sampai 3 balok kayu tiap turunnya. Terus turunnya juga berkali-kali, udah berapa kayu yang hilang coba?  Huuuaaaa miris sekali, lama-lama abis dund kayunya. Pernah juga, waktu aku nemenin ponakan mancing di danau, terdengar suara mesin pemotong kayu dari arah atas bukit. Tambah sedih deh.

Dari apa yang mereka lakuin itu sih mungkin dampaknya memang bukan buat mereka, tetapi malah orang yang tinggal di sekitar hutan. Karena tanahnya sudah tidak ada yang menahan lagi, hujan deras sebentar saja bisa berakibat fatal, tak jarang beberapa desa tertimbun longsor akhir-akhir ini. Pernah juga ada yang terkena banjir karena luapan sungai. Bayangin aja, daerah pegunungan kok kebanjiran.
Ini dia Penampakan Danau Laut Tawar

Alhamdulillah tidak semua orang yang tidak peduli dengan kondisi hutan di Aceh Tengah. Bukti para komunitas pesepeda disana mengadakan kegiatan penyisiran sampah dan penanaman pohon, Untuk info jelasnya ada di artikel ini "Peringati HLH, Atlit Tanam Pohon dan Sisir Sampah Bur Gayo". Moga aja kegiatan ini banyak yang niru ya teman-teman. Ayo teman-teman semua cintai bumi kita, kalo bukan kita, siapa lagi?

Tulisan ini aku buat untuk memenuhi tantang mas Alamendah untuk memperingati Hari lingkungan Hidup 2011 yang bertemakan Forests: Nature at your Service. Selamat Hari Lingkungan Hidup teman-teman *walau telat sehari ngucapinnya.... semoga kita makin peduli ama lingkungan sekitar kita ya, semangaaaaaaaat (>o<)/
 

Air oh air


Assalammualaikum
Siapa sih yang nggak butuh air di dunia ini? Semua juga udah pada tau kali, yang namanya makhluk hidup itu sangat bergantung pada air. So... apa jadinya bila air itu langka? 

Seperti hari ini nih, lagi-lagi PDAM mati.*lagi... Ya memang aku belum sempat cerita sih, di awal bulan kemarin, sebagian penduduk kota Medan sangat kelimpungan karena air mati. Katanya sih lagi ada perbaikan. Dan yang paling menyedihkan itu matinya bukan sehari doank, hampir seminggu bo'. Kebayang donk, di kota besar gini mau nyari air kemana coba? Nyari sungai juga dimana ada sungai yang bening tanpa noda disini? 

Hari penuh derita itu pun dimulai. Cuaca Medanyang panas mendukung sekali untuk menambah penderitaan kami, huhu... Yangpaling menyedihkan itu kalo pengen BAB, huaaa betapa menderitanya. Ditambahwaktu itu aku lagi dateng bulan lagi, lengkaplah sudah :(

Tapi masih ada untungnya juga sih. Kebetulan ibuyang di depan rumah punya sumur, jadinya masih bisa minta kesitu. Yah tapikarena kami serumahnya ada 8 orang, satu orang cuma dapet jatah 1 timbaperorang yang harus dipergunakan semaksimal mungkin (buat sikat gigi, mandi,wudhu, pipis, dan kalo memungkinkan BAB). Kalo masak sih manfaatin airgalon. 

Dibalik penderitaan itu ada lucunya juga sih. Pernahsekali turun hujan, udah deh pada heboh buat nampung air hujan sambil maenhujan. Di hari pertama walau di tempat lain udah pada nyala, di rumah kamibelum pada nyala juga, jadinya gotong royong deh buat nampung air di depan(punya kontrakan sebelah). Tetangga sebelah (para brondong itu) juga pada hebihngebantuin. Kaminya sih seneng-seneng aja dibantuin, hehehe....

Dan sekarang setelah listrik padam 6 jaman sejakpagi, gantian deh airnya juga mati. Huhuhu... semoga aja nggak lama, baknyakosoooong, untung tadi pagi kebagian air buat mandi. Tapi ini masih bingung mauwudhu pake apa nih shalat Asharnya...?

Susahnya Buang Sampah Pada Tempatnya

 kira-kira apa yang dibuang Mimi?

Assalammualaikum
Hay hay re haaaaay... ouooo... hay hay re haaaaay...
*nah loh kenapa jadi nyanyi India ya? hihihi....

Pasti pada bertanya-tanya "Ngapain sih ngomongin sampah? Kayak udah bersih aja nih si Chici..."
Ya kan? Ya kan? Hihihihii.....
Jujur loh , aku juga bukan orang yang pembersih-pembersih amat sih, malah masih sering nyampah malah. Tapi justru karena itulah aku mau bahas tentang ini...

Ngomongin masalah sampah memang nggak ada habisnya ya. Kita, manusia... adalah makhluk pembuat sampah terbesar menurut aku. Makin majunya teknologi, kenapa nggak dibarengi ama kemajuan cara menangani sampah ya? Masih ingat dund, kota Bandung sempat dijuluki KOTA SAMPAH karena mereka tidak diberi izin untuk membuang sampahnya ke salah satu TPA disana. Ujung-ujungnya masyarakat pada protes. Nah loh, sampah-sampah itu berasal darimana coba? Kan dari mereka juga... Heran saya... Kenapa membuang sampah pada tempatnya itu susah banget ya?

Seperti yang kita tahu, perilaku seseorang itu dipengaruhi oleh banyak faktor ampe akhirnya bisa menjadi suatu kebiasaan. Menurut aku sih salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku membuang sampah sembarangan itu adalah pola asuh orang tua juga. Karena kebiasaan-kebiasaan itu kebanyakan berawal dari rumah kan. Tau sendiri dund, anak-anak adalah peniru ulung dari perilaku orang tuanya. Nggak perlu jauh-jauh deh contohnya. Coba deh perhatikan sekitar kalian, kalau ada seorang anak yang tiba-tiba buang sampah sembarangan, apa orang tuanya menegur? Atau malah dibiarin aja anaknya ngelakuin hal itu? Respon orang tua disini ngaruh banget loh ama perkembangan perilaku anak ke depannya. 2 ponakanku lumayan rajin sih buang sampah pada tempatnya, karena memang mamanya (alias my big sister) teliti banget kalo soal kebersihan. Aku aja sering ditegur ama dia kalo lagi kumat males mandinya (waduh buka aib sendiri...). Tapi kebalikannya, anak-anak SD di depan rumah ortuku, walau udah disediain tempat sampah, tetap aja sampahnya masih berserakan disana-sini.

Tapi orang tua juga nggak bisa disalahin sepenuhnya sih.. Lingkungan malah faktor penyebab terbesar menurut aku. Terkadang anak bisa bingung juga loh, ampe muncul pemikiran "Di rumah, kata mama harus buang sampah pada tempatnya, nah ini kenapa temen-temenku pada buang sampah sembarangan ya?". Bagi sebagian anak sih kebiasaan itu terus berlanjut, tapi nggak sedikit juga yang jadi ngikutin kebiasaan jelek teman-temannya itu. Nah dari sinilah semuanya bermula....

Aku juga bukan tipe yang pembersih banget sih, dan masih suka nyampah juga. Tapi setidaknya masih punya kesadaran membuang sampah pada tempatnya. Aku tuh suka masukin sampah bekas makanan ke tas, nggak jarang juga teman-temanku ngeledekin atau bertanya-tanya ama kebiasaanku yang satu itu. Tapi ya mo gimana lagi, kalo nyampah sembarangan suka muncul rasa bersalah gitu tanpa aku sadari. Tapi ya, terkadang kita ngerasa udah buang sampah pada tempat yang tepat, eeeh ternyata belum tepat juga. Contohnya ya kayak kasus sampah yang di Bandung itu, ternyata ada pihak yang dirugikan juga. Serba salah deh jadinya...

Yang paling aku heranin adalah orang yang suka buang sampah di jalan raya. Makan permen - buka jendela mobil - PLUNG... yuuu da da bye bye bungkus permen... - dan melayang-layanglah itu bungkus permen ampe akhirnya terjerembab ke aspal atau tanah di pinggiran aspal, fiuuuh... Bahkan pernah ya, aku kejebak longsor di daerah Cut Panglima (jalan lintas Bireun - Takengon / Aceh) bulan lalu, disitu ada sampah juga. Padahal di sekitar situ nggak ada perumahan penduduk loh. Darimana coba sampah itu berasal kalau bukan dari pengguna jalan raya?

Coba deh perhatiin sekeliling kalian, dimana sih yang nggak ada sampahnya? Di kamar ada. Di dapur ada. Di  toilet ada. Di depan rumah ada. Di jalan raya ada. Di sungai ada. Huuuaaa kenapa sampah ada dimana-manaaaaaa....  Aku malah sempat mikir, jangan-jangan ntar beneran kejadian tuh bumi kita bakal jadi planet sampah kayak di film Astro Boy. Hiiiii.... Bahkan kata "DILARANG MEMBUANG SAMPAH DISINI" aja udah dianggap angin lalu ama orang-orang....

Hmm... kayaknya udah ngalor ngidul kemana-mana nih ceritanya. Gimana menurut kalian teman-teman? Terus kalian tipe pengumpul sampah di tas juga kah seperti aku? Atau malah lebih suka berpisah ama si sampah di jalanan?

*Lagi sebel ama tukang sampah yang bertugas ngambilin sampah di gang kontrakanku. Harusnya jadwalnya itu hari senin, rabu ama jum'at. Nah ini dari hari senin si bapak nggak muncul-muncul ngambil sampahnya lagi, huuuuaaaaa sebel... sebel...sebel... ngeliatin sampah yang bertumpuk itu....

*Buat best ku udah lunas belum hutangku nih dengan ngambil sampah sebagai tema tulisan kali ini?
 

Blog Archive